- Diposting oleh : Wahyu Anggoro Saputro
- pada tanggal : Mei 11, 2026
BANSARI, TEMANGGUNG – Suasana pagi di kawasan wisata Embung Bansari pada Selasa, 12 Mei 2026, terasa jauh lebih dinamis dan penuh semangat dari hari-hari biasanya. Pagi ini, mereka bersiap untuk memulai sebuah petualangan edukatif dan spiritual yang bertajuk “Quranic Leadership Camp”.
Kegiatan perkemahan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari penuh, yakni Selasa hingga Rabu, 12-13 Mei 2026 ini, mengambil lokasi di kawasan wisata alam Embung Bansari. Bukan sekadar kegiatan berkemah biasa, Quranic Leadership Camp kali ini mengusung tema besar yang sangat mendalam dan inspiratif, yaitu: “Pemimpin Muslim yang Sigap dalam Bertindak dan Bermanfaat bagi Umat”. Tema ini diangkat sebagai ruh dari seluruh rangkaian acara, dengan tujuan utama mencetak generasi muda Muhammadiyah yang tidak hanya unggul secara intelektual dan fisik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang bersumber dari nilai-nilai luhur Al-Qur’an.
Pemilihan Embung Bansari sebagai lokasi kegiatan dinilai sangat strategis dan selaras dengan tujuan acara. Berada di dataran tinggi dengan panorama alam yang menakjubkan serta hembusan udara yang sejuk, Embung Bansari memberikan suasana yang sangat kondusif bagi para siswa untuk sejenak melepaskan diri dari rutinitas gawai dan hiruk-pikuk kehidupan modern. Di alam terbuka inilah, para siswa diajak untuk lebih dekat dengan ciptaan Allah SWT, selaras dengan salah satu agenda sentral dalam kemah ini, yakni Tadabur Al-Qur’an. Para peserta telah diwajibkan untuk membawa kitab suci Al-Qur’an lengkap dengan terjemahannya, agar mereka tidak sekadar membaca lantunan ayat, namun juga merenungkan, mengkaji, dan memahami makna ayat-ayat suci tersebut di tengah kebesaran bentang alam semesta.

Berdasarkan panduan kegiatan yang dirilis oleh panitia penyelenggara, Quranic Leadership Camp ini dirancang dengan kurikulum lapangan yang memadukan kedisiplinan fisik, kepemimpinan, dan penguatan akidah secara seimbang. Rangkaian kegiatan operasional dimulai dengan praktik Mendirikan Tenda, sebuah aktivitas dasar kepanduan yang secara langsung melatih kerja sama tim, kesabaran, serta kemandirian siswa. Selanjutnya, para peserta diwajibkan mengikuti sesi Kedisiplinan dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Melalui latihan PBB ini, karakter sigap, fokus, kepatuhan pada instruksi, dan kekompakan barisan akan ditempa dengan metode disiplin yang terukur.
Ketika malam perlahan turun menyelimuti kawasan Embung Bansari, suasana dingin akan dihangatkan dengan kegiatan sakral Api Unggun. Menariknya, untuk mewujudkan acara ini, semangat gotong royong telah ditanamkan sejak dari rumah, di mana setiap siswa ditugaskan secara mandiri membawa empat batang kayu bakar. Momen api unggun ini bukan sekadar ajang unjuk bakat atau hiburan malam semata, melainkan dirancang sebagai waktu untuk refleksi diri (muhasabah) dan merajut kebersamaan dalam ikatan persaudaraan seiman. Keesokan harinya, keceriaan dan tantangan fisik akan dipadukan dalam sesi Outbond yang menuntut ketangkasan, keberanian mengambil keputusan cepat, serta kemampuan memecahkan masalah (problem solving) secara berkelompok.

Persiapan dan manajemen logistik yang diterapkan oleh pihak sekolah dalam menyambut acara ini juga patut mendapatkan apresiasi. Demi kelancaran dan kenyamanan bersama, panitia telah merilis daftar perlengkapan wajib yang sangat detail dan komprehensif. Selain perlengkapan ibadah seperti mukena, sarung, dan sajadah, panitia juga sangat memperhatikan aspek mitigasi kesehatan dan adaptasi cuaca alam terbuka. Hal ini terlihat dari instruksi wajib membawa jas hujan plastik, jaket atau pakaian hangat, pakaian olahraga, senter untuk penerangan malam, perlengkapan makan non-kaca, hingga obat-obatan pribadi bagi yang membutuhkan. Keseluruhan persiapan teknis ini merupakan implementasi nyata dari prinsip “sigap dalam bertindak” yang menjadi tema utama acara.
Lebih dari itu, Quranic Leadership Camp juga menjadi sarana untuk menanamkan pendidikan karakter yang berwawasan lingkungan dan adab Islami secara praktis. Panitia secara tegas menginstruksikan setiap kelompok tenda untuk menyiapkan kantong plastik khusus sebagai tempat sampah. Pesan moral yang ingin disampaikan sangat jelas: seorang Muslim yang baik adalah mereka yang menjaga kebersihan lingkungan (minal iman) di mana pun mereka berada, termasuk memastikan tidak ada jejak sampah yang tertinggal di area perkemahan Embung Bansari. Di saat yang sama, peserta terus diingatkan untuk senantiasa menjaga adab pergaulan, merawat kekompakan tim, dan tidak membawa barang berharga berlebihan agar esensi kesederhanaan dari kegiatan ini tetap terjaga.
Dengan persiapan yang sangat matang dan susunan acara yang holistik, Quranic Leadership Camp Kelas 7 SMP Muhammadiyah 5 Kandangan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga yang membekas di hati setiap siswa. Melalui perpaduan antara kerasnya tantangan alam, disiplin ilmu kepanduan, dan kelembutan cahaya Al-Qur’an, kegiatan ini diproyeksikan mampu menumbuhkan benih-benih pemimpin masa depan. Pemimpin tangguh yang tidak gentar menghadapi badai rintangan, sigap mengulurkan tangan untuk bermanfaat bagi umat, dan senantiasa menjadikan pedoman Al-Qur’an sebagai kompas utama dalam setiap langkah kehidupannya. Selamat berkemah dan berproses, tunas-tunas muda! #smpmuma #smpm5knd #mumakeren
