- Diposting oleh : Wahyu Anggoro Saputro
- pada tanggal : April 21, 2026
KANDANGAN – Semangat emansipasi dan kepedulian lingkungan menyatu dalam harmoni yang indah di SMP Muhammadiyah 5 Kandangan pada Selasa, 21 April 2026. Memperingati Hari Kartini sekaligus menyongsong Hari Bumi yang jatuh pada 22 April, sekolah ini menggelar serangkaian acara kreatif yang tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga menanamkan aksi nyata bagi masa depan.
Panggung Sejarah: Menghidupkan Kembali Sosok Kartini
Halaman sekolah disulap menjadi panggung teatrikal yang memukau. Para siswa-siswi dengan penuh penghayatan membawakan drama yang mengisahkan perjalanan hidup Raden Ajeng Kartini. Dalam balutan kebaya dan batik yang anggun—mirip dengan nuansa peringatan di lembaga Muhammadiyah lainnya di wilayah Kedu —mereka menghidupkan kembali kegelisahan Kartini akan keterbelakangan pendidikan perempuan di masa lalu.
Pelajaran berharga diambil dari setiap babak drama tersebut:
- Keberanian Melawan Arus: Siswa diajarkan bahwa Kartini berjuang melalui pena dan gagasan, meski terkungkung oleh adat pingitan.
- Pentingnya Literasi: Dialog-dialog dalam drama menekankan bahwa pintu kemajuan hanya bisa dibuka dengan kunci ilmu pengetahuan.
- Keteladanan Karakter: Peran pahlawan yang ditampilkan menonjolkan sifat sabar namun gigih, sebuah nilai yang selaras dengan konsep “Perempuan Berkemajuan” yang terus digaungkan oleh ‘Aisyiyah.
“Melihat teman-teman memerankan Kartini membuat kami sadar bahwa kemerdekaan belajar yang kami nikmati hari ini adalah buah perjuangan yang sangat berat,” ujar salah satu siswa penonton dengan haru.
Menanam Masa Depan: Dari Literasi ke Ekologi
Selesai dengan suguhan seni, agenda berlanjut ke aksi lapangan yang melibatkan seluruh warga sekolah. SMP Muhammadiyah 5 Kandangan mengadakan acara penanaman puluhan bibit pohon di lingkungan sekolah. Langkah ini merupakan bentuk peringatan dini Hari Bumi 22 April 2026.
Aksi ini bukan sekadar penghijauan rutin, melainkan implementasi filosofi “Menebar Rahmat bagi Negeri”. Setiap kelas bertanggung jawab menanam dan merawat satu pohon sebagai simbol pertumbuhan karakter dan kepedulian terhadap ekosistem.
Kepala sekolah dalam sambutannya menekankan bahwa Kartini modern adalah mereka yang mampu menjaga kelestarian bumi. “Jika dahulu Kartini menanam benih pemikiran melalui surat-suratnya, hari ini kita menanam benih pohon sebagai wujud syukur dan tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi,” tegasnya.
Sinergi dan Motivasi: Bagian dari Gerakan Besar
Pelaksanaan upacara dan peringatan di SMP Muhammadiyah 5 Kandangan ini berjalan dengan tertib dan terstruktur. Keteraturan ini mengingatkan pada koordinasi rapi yang ditunjukkan dalam agenda-agenda besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah Karesidenan Kedu baru-baru ini.
Semangat pendidikan yang ditekankan di sekolah ini juga sejalan dengan arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (DIKDASMEN) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M. Ed, yang mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia melalui integrasi nilai-nilai nasionalisme dan spiritualitas.
Beberapa poin motivasi yang disampaikan kepada siswa meliputi:
- Transformasi Perjuangan: Perjuangan masa kini bukan lagi melawan penjajah, melainkan melawan kemalasan dan dampak negatif teknologi.
- Identitas Budaya: Mengenakan pakaian adat saat acara adalah cara menghargai akar budaya namun tetap memiliki pemikiran yang melampaui zaman.
- Dedikasi Tanpa Batas: Semangat melayani masyarakat, sebagaimana dedikasi personel KOKAM yang selalu siap mendukung syiar dakwah, harus dicontoh oleh siswa dalam mengejar prestasi belajar.
Penutup: Harapan dari Kandangan untuk Indonesia
Peringatan Hari Kartini 2026 di SMP Muhammadiyah 5 Kandangan memberikan pesan yang kuat: pendidikan adalah kunci pemberdayaan, dan lingkungan adalah tempat pendidikan itu bertumbuh.
Melalui drama teatrikal, siswa belajar menghargai sejarah. Melalui penanaman pohon, mereka belajar mencintai masa depan. Kombinasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan ekologis yang tinggi.
Sebagaimana baret merah menjadi simbol kesiapan melayani di lapangan , pohon-pohon yang ditanam hari ini di SMP Muhammadiyah 5 Kandangan akan menjadi saksi bisu lahirnya para “Kartini dan Kartono” masa depan yang siap memajukan bangsa dan menjaga marwah pendidikan di Indonesia.
