- Diposting oleh : Wahyu Anggoro Saputro
- pada tanggal : Maret 13, 2026
KANDANGAN – Di tengah khidmatnya suasana bulan suci Ramadhan, semangat untuk berbagi dan mengapresiasi sesama menjadi api yang menyala di lingkungan SMP Muhammadiyah 5 Kandangan. Melalui program bertajuk “Apresiasi Guru Ngaji”, sekolah ini berhasil menggerakkan sinergi antara siswa, guru, wali murid, hingga masyarakat umum untuk memberikan penghormatan bagi para pejuang literasi Al-Qur’an di akar rumput.
Kegiatan yang berfokus pada penggalangan dana infak Ramadhan ini tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan sebuah gerakan moral untuk menengok kembali peran vital guru ngaji di lingkungan sekitar. Hasilnya pun luar biasa; berkat kepedulian kolektif, terkumpul dana sebesar Rp 4.247.000,- yang kemudian dikonversikan menjadi paket apresiasi bagi mereka yang berdedikasi tanpa pamrih.
Sinergi Kebaikan dari Seluruh Lini
Program “Apresiasi Guru Ngaji” bermula dari sebuah kesadaran sederhana namun mendalam: bahwa pendidikan karakter anak-anak tidak hanya terjadi di bangku sekolah formal, tetapi juga di surau-surau dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) melalui tangan dingin para guru ngaji.
Selama masa penghimpunan, para siswa diajak untuk menyisihkan sebagian uang saku mereka, sementara para guru dan masyarakat luas turut berkontribusi sesuai kemampuan. Angka empat juta rupiah lebih yang terkumpul menjadi bukti bahwa ketika kebaikan dikelola secara kolektif dan transparan, ia mampu menghasilkan dampak yang nyata.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas antusiasme seluruh keluarga besar SMP Muhammadiyah 5 Kandangan. Dana ini adalah amanah dari para siswa, wali murid, dan masyarakat yang dititipkan melalui sekolah untuk disampaikan kepada mereka yang berhak,” ungkap pihak sekolah dalam pernyataan resminya.
Menyasar 40 Pejuang Qur’an
Dana yang terkumpul tersebut telah disalurkan sepenuhnya kepada 40 orang guru ngaji yang tersebar di beberapa TPQ terdekat di wilayah Kandangan dan sekitarnya. Penyaluran ini dilakukan secara langsung oleh perwakilan sekolah, yang sekaligus menjadi momen silaturahmi yang mengharukan.
Dalam foto-foto dokumentasi yang dibagikan, terlihat rona bahagia dan haru dari para guru ngaji saat menerima paket apresiasi yang dikemas dalam tas kuning cerah—simbol keceriaan dan harapan. Paket tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat tambahan bagi para guru ngaji yang selama ini dengan penuh keikhlasan membimbing generasi muda agar tetap dekat dengan nilai-nilai Qur’ani.
Salah satu perwakilan sekolah menyatakan bahwa pemilihan guru ngaji sebagai penerima manfaat utama bukanlah tanpa alasan. “Guru ngaji adalah sosok sentral dalam membangun fondasi akhlak generasi bangsa. Seringkali dedikasi mereka luput dari perhatian besar, padahal dari tangan merekalah anak-anak kita mengenal huruf demi huruf kalam Allah. Apresiasi ini adalah bentuk cinta kami untuk mereka.”
Lebih dari Sekadar Nominal
Meskipun nominal yang diberikan mungkin tidak sebanding dengan pengabdian panjang para guru ngaji, namun gerakan ini membawa pesan simbolis yang kuat tentang rasa hormat (respect) dan kebersamaan (togetherness). Di era digital saat ini, tantangan guru ngaji dalam mempertahankan minat baca Al-Qur’an pada anak-anak semakin berat. Dukungan moril seperti ini menjadi suplemen semangat agar mereka tetap teguh di jalan dakwah pendidikan.
Melalui laman resminya di www.muma.sch.id, SMP Muhammadiyah 5 Kandangan menegaskan komitmennya untuk terus menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga peka terhadap dinamika sosial di lingkungan sekitar. Sekolah yang dikenal dengan jargon “Islami, Berwawasan, dan Berakhlak Mulia” ini ingin menunjukkan bahwa karakter berbagi harus dicontohkan secara langsung oleh lembaga pendidikan kepada para siswanya.
Harapan dan Doa untuk Masa Depan
Pihak sekolah juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak. Semoga setiap rupiah yang disedekahkan menjadi amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir, menjadi pembersih harta, dan penolak bala,” tambah mereka.
Kegiatan ini ditutup dengan untaian doa agar Allah SWT membalas segala bentuk kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda, kesehatan yang paripurna, serta keberkahan rezeki bagi para pemberi maupun penerima.
Ke depan, SMP Muhammadiyah 5 Kandangan berharap program serupa dapat terus ditingkatkan, baik dari segi kuantitas penerima maupun variasi program sosial lainnya. Semangat “tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah” diharapkan tidak hanya berhenti di bulan Ramadhan, tetapi menjadi gaya hidup (lifestyle) bagi seluruh warga sekolah.
Dengan berakhirnya penyaluran ini, terselip sebuah harapan besar: agar generasi Qur’ani yang dibimbing oleh para guru ngaji ini kelak tumbuh menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang tidak hanya cerdas otaknya, tapi juga jernih hatinya
