Skip to Content
Loading
Admin MUMA KEREN
Admin MUMA KEREN
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Menebar Keberkahan di Bulan Suci: Siswa SMP Muhammadiyah 5 Kandangan Salurkan Ratusan Paket Zakat Fitrah

KANDANGAN – Di tengah suasana bulan Ramadan yang penuh khidmat, deru sepeda motor dan langkah kaki ceria para siswa memecah keheningan jalanan Desa Kandangan pada Kamis, 12 Maret 2026. Bukan sedang melakukan konvoi hura-hura, puluhan siswa SMP Muhammadiyah 5 (Muma) Kandangan ini tengah mengemban misi mulia: menyalurkan amanah berupa ratusan paket zakat fitrah kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan yang bertajuk “Muma Berbagi” ini merupakan puncak dari rangkaian pengumpulan zakat yang telah dilakukan sejak awal Ramadan. Tahun ini, antusiasme siswa dan wali murid melonjak tajam, menghasilkan tumpukan paket beras dan bahan pokok yang siap didistribusikan ke berbagai titik di Kecamatan Kandangan.

Gerakan Filantropi dari Bangku Sekolah

Sejak pagi hari, halaman sekolah sudah disulap menjadi pusat logistik. Para siswa, dengan bimbingan guru-guru, terlihat cekatan menimbang, mengemas, dan melabeli paket-paket zakat. Tidak ada gurat kelelahan; yang ada hanyalah senyum lebar saat mereka menyusun karung-karung kecil berisi beras kualitas terbaik ke atas kendaraan.

Kepala SMP Muhammadiyah 5 Kandangan menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah laboratorium karakter bagi para siswa.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademis, tapi juga memiliki kecerdasan empati. Dengan turun langsung ke lapangan, mereka melihat realita sosial dan belajar bahwa di dalam harta yang mereka miliki, ada hak orang lain yang harus ditunaikan,” ujarnya di sela-sela pelepasan armada distribusi.

Zakat yang dihimpun berasal murni dari gotong royong siswa. Sebagian menyetorkan dalam bentuk beras, sebagian lainnya dalam bentuk uang yang kemudian dikonversi oleh panitia sekolah menjadi paket sembako lengkap.

Menjangkau Pelosok Desa

Distribusi zakat tahun ini dilakukan secara masif. Selain menyasar warga yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah, tim relawan siswa dan guru juga bergerak menuju desa-desa penyangga di wilayah Kecamatan Kandangan. Fokus utama penyaluran adalah para lansia tunggal, janda kurang mampu, dan buruh harian lepas yang terdampak kondisi ekonomi.

Beberapa titik distribusi meliputi:

  • Lingkungan sekitar gedung sekolah di Desa Kandangan.
  • Dusun-dusun terpencil yang jarang tersentuh bantuan formal.
  • Wilayah perbatasan kecamatan yang memiliki basis warga kurang mampu.

Sistem distribusinya pun dibuat efisien. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Ada yang bertugas di posko sekolah untuk melayani warga yang datang membawa kupon, dan ada “tim serbu” yang mendatangi rumah warga secara langsung (door-to-door). Metode door-to-door ini dipilih agar bantuan tepat sasaran sekaligus melatih nyali sosial para siswa untuk berinteraksi langsung dengan penerima manfaat.

Haru dan Bahagia di Garis Depan

Salah satu momen menyentuh terjadi saat kelompok siswa mendatangi rumah Mbah Sumi, seorang lansia yang tinggal sebatang kara. Melihat anak-anak berseragam sekolah membawakan sekarung beras dan doa tulus, beliau tidak kuasa menahan haru.

“Maturnuwun, Nak. Semoga sekolahnya lancar dan jadi anak yang sukses,” ucap Mbah Sumi dengan suara bergetar. Ucapan sederhana itu menjadi “bayaran” yang lebih dari cukup bagi para siswa yang harus menempuh jalanan menanjak untuk mencapai rumah beliau.

Bagi para siswa, pengalaman ini menjadi pelajaran hidup yang tidak ditemukan di buku teks. Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 5 Kandangan menyatakan bahwa pengalaman kemarin adalah momen eye-opening.

“Biasanya kita cuma dengar teori tentang zakat di kelas Agama. Tapi hari ini, melihat langsung senyum mereka saat menerima paket itu rasanya beda banget. Capeknya hilang,” ungkapnya penuh semangat.

Membangun Tradisi Kesalehan Sosial

Kegiatan ini membuktikan bahwa institusi pendidikan memiliki peran krusial dalam membentuk ekosistem sosial yang sehat. SMP Muhammadiyah 5 Kandangan berhasil mengonversi kewajiban agama menjadi aksi nyata yang berdampak langsung pada ketahanan pangan masyarakat lokal menjelang Idulfitri.

Hingga sore hari, tercatat ratusan paket telah sukses terdistribusi. Pihak sekolah memastikan bahwa seluruh proses administrasi zakat dilakukan secara transparan dan sesuai dengan syariat Islam, bekerja sama dengan lembaga amil zakat terkait untuk memastikan akuntabilitas.

Aksi siswa SMP Muhima ini diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah lain untuk melakukan hal serupa. Di tengah modernitas yang terkadang membuat individu menjadi egois, anak-anak muda dari Kandangan ini justru menunjukkan bahwa kepedulian adalah bahasa universal yang paling indah, terutama di bulan yang suci ini.

Berbagi

Postingan Terkait

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?