Skip to Content
Loading
Admin MUMA KEREN
Admin MUMA KEREN
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Solidaritas Tanpa Batas: Belasan Kader PR-IPM Kandangan Turun ke Jalan, Belajar Kemanusiaan Bersama AMM untuk Korban Banjir Sumatera

KANDANGAN – Ruang kelas tidak selamanya dibatasi oleh empat dinding dan papan tulis. Terkadang, pelajaran paling berharga justru ditemukan di jalanan, di bawah terik matahari, melalui interaksi langsung dengan masyarakat. Hal inilah yang dirasakan oleh belasan kader Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR-IPM) Kandangan. Siswa-siswi dari SMP Muhammadiyah 5 Kandangan ini, pada hari pertama aksinya, turun langsung ke jalan untuk menggalang dana bagi korban bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sekitarnya.

Kegiatan yang digelar mulai hari ini tersebut tidak dilakukan sendirian. Dalam semangat ta’awun (tolong-menolong), para pelajar ini didampingi dan bersinergi dengan para “kakak” dan “orang tua” mereka di organisasi, yakni Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM), dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Kandangan. Aksi kemanusiaan ini rencananya akan berlangsung secara maraton selama tiga hari ke depan di titik-titik strategis Kecamatan Kandangan.

Pendidikan Karakter Melalui Aksi Nyata

Fokus utama dari pelibatan kader PR-IPM dari SMP Muhammadiyah 5 Kandangan ini bukan sekadar untuk menambah jumlah personel penggalang dana, melainkan sebagai bentuk pengkaderan pendidikan yang nyata. Bagi Muhammadiyah, kepekaan sosial bukanlah teori yang dihafal, melainkan karakter yang harus ditempa.

“Ini adalah laboratorium sosial bagi adik-adik IPM. Kami ingin menanamkan nilai-nilai filantropi dan kepedulian sejak dini. Ketika mereka memegang kotak donasi dan menyapa masyarakat, mereka sedang belajar menekan ego, melatih keberanian, dan yang terpenting, mengasah empati terhadap saudara sebangsa yang sedang tertimpa musibah,” ujar salah satu koordinator lapangan dari PCPM Kandangan.

Pemandangan di lokasi aksi terlihat sangat harmonis. Terlihat para kader muda IPM yang mengenakan seragam kebanggaan mereka, berdiri berjajar memegang spanduk bertuliskan “PRAY FOR SUMATERA” dan kotak-kotak kardus yang telah dihias. Di sisi lain, anggota PCPM dan PCNA sibuk mengatur lalu lintas agar tidak macet dan memastikan keamanan para pelajar, sementara anggota senior dari PCM memberikan arahan dan dukungan moral.

Sinergi lintas generasi ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan kekeluargaan dalam struktur organisasi Muhammadiyah di Kandangan. Para senior memberikan teladan (uswah), sementara para junior menirunya dengan semangat (ghirah) yang meletup-letup.

Mengamalkan Teologi Al-Ma’un

Aksi turun ke jalan ini merupakan manifestasi nyata dari Teologi Al-Ma’un yang diajarkan oleh pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan. Teologi ini mengajarkan bahwa ibadah ritual tidak akan sempurna tanpa adanya kepedulian terhadap mereka yang lemah dan menderita.

Bagi para siswa SMP Muhammadiyah 5 Kandangan, kegiatan ini memberikan pengalaman batin yang mendalam. Mereka yang biasanya hanya melihat berita bencana melalui layar gawai, kini menjadi bagian dari solusi. Ada rasa haru dan bangga ketika pengguna jalan menyisihkan sebagian rezekinya ke dalam kotak yang mereka bawa. Setiap lembar rupiah yang masuk dimaknai sebagai amanah dan doa untuk pemulihan saudara-saudara di Sumatera.

“Awalnya mungkin ada rasa malu atau takut panas, tapi melihat semangat kakak-kakak Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah, kami jadi ikut bersemangat. Kami sadar bahwa lelah kami hari ini tidak sebanding dengan penderitaan saudara kita yang kehilangan rumah akibat banjir di Sumatera,” ungkap salah satu kader PR-IPM di sela-sela kegiatan.

Sinergi Tiga Hari untuk Kemanusiaan

Bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang beberapa provinsi di Sumatera memang menyisakan duka mendalam. Ribuan rumah terendam, fasilitas umum rusak, dan aktivitas ekonomi lumpuh. Kondisi inilah yang memanggil Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dan PCM Kandangan untuk bergerak cepat.

Penggalangan dana ini dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Strategi ini diambil untuk memaksimalkan perolehan donasi yang nantinya akan disalurkan melalui Lazismu (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah) agar tepat sasaran dan transparan.

Pada hari pertama ini, antusiasme masyarakat Kandangan terlihat sangat positif. Banyak pengendara motor dan mobil yang sengaja berhenti sejenak untuk memberikan donasi. Kehadiran anak-anak sekolah (PR-IPM) di barisan depan dinilai menjadi daya tarik tersendiri yang menggugah nurani masyarakat. Wajah-wajah polos namun penuh semangat itu seolah menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak memandang usia.

Melalui aksi ini, SMP Muhammadiyah 5 Kandangan membuktikan diri bukan hanya sebagai lembaga pendidikan akademik, tetapi juga sebagai kawah candradimuka bagi kader-kader umat dan bangsa yang memiliki kesalehan sosial. Pendidikan tidak berhenti di gerbang sekolah; ia berlanjut ke jalanan, ke tengah masyarakat, dan ke dalam hati setiap kader yang tergerak untuk menolong sesama.

Semoga semangat kolaborasi antara PR-IPM, PCPM, PCNA, dan PCM Kandangan ini terus terjaga, tidak hanya dalam momen bencana, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya di masa depan. Aksi ini menjadi bukti bahwa di tangan pemuda dan pelajar yang peduli, masa depan solidaritas bangsa ini masih menyala terang.

Berbagi

Postingan Terkait

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?