Skip to Content
Loading
Admin MUMA KEREN
Admin MUMA KEREN
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Sinergi Kemanusiaan: PCPM Kandangan Gandeng Lintas Ortom Gelar Aksi Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera

KANDANGAN – Rasa kemanusiaan tidak mengenal sekat geografis. Meski jarak membentang ribuan kilometer antara Pulau Jawa dan Sumatera, duka yang dirasakan oleh para korban bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) turut dirasakan mendalam oleh masyarakat Kandangan.

Sebagai wujud nyata kepedulian tersebut, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan menginisiasi gerakan kolaboratif yang luar biasa. Pada hari pertama pelaksanaannya, PCPM tidak bergerak sendiri, melainkan menggandeng unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA), dan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR-IPM) se-Kandangan untuk turun ke jalan dalam aksi penggalangan dana bersama.

Kegiatan yang dimulai pada hari ini menandai awal dari rangkaian aksi sosial yang rencananya akan digelar secara maraton selama tiga hari ke depan. Pemandangan di lokasi aksi terlihat penuh semangat, sebagaimana terekam dalam dokumentasi kegiatan di mana puluhan relawan dari berbagai angkatan—mulai dari pelajar hingga tokoh senior Muhammadiyah—berdiri tegak dalam satu barisan soliditas.

Panggilan Hati untuk Saudara di Sumatera

Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Sumatera dalam beberapa waktu terakhir telah melumpuhkan aktivitas ekonomi, merusak infrastruktur, dan merenggut kenyamanan ribuan warga. Kabar duka ini menjadi pemicu utama bergeraknya Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kandangan.

Koordinator lapangan aksi, dalam keterangannya di sela-sela kegiatan, menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah bukti bahwa semangat ta’awun (tolong-menolong) masih tertanam kuat di jiwa kader persyarikatan.

“Kami melihat berita dan kondisi saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar sangat memprihatinkan. Hari ini adalah hari pertama kami turun. Alhamdulillah, respons dari PCM sebagai ayahanda, serta PCNA dan adik-adik IPM sangat luar biasa. Kita bersatu di sini bukan hanya membawa bendera organisasi, tapi membawa misi kemanusiaan,” ujarnya.

Sinergi lintas organisasi otonom (Ortom) ini menjadi pemandangan yang menyejukkan. Terlihat kader-kader muda IPM dengan seragam khas kuningnya bersemangat menyodorkan kotak donasi kepada para pengguna jalan, didampingi oleh kakak-kakak dari Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah yang memastikan keamanan dan ketertiban lalu lintas selama aksi berlangsung. Sementara itu, kehadiran tokoh-tokoh PCM memberikan dukungan moral dan legitimasi yang kuat, menunjukkan bahwa kepedulian ini didukung penuh oleh struktur pimpinan tertinggi di tingkat cabang.

Antusiasme Masyarakat Kandangan

Pada hari pertama aksi, respons masyarakat Kandangan dan para pengguna jalan yang melintas sangat positif. Meskipun aksi dilakukan di bawah langit terbuka, semangat para relawan tidak surut. Mereka menyapa pengendara dengan santun, menjelaskan tujuan penggalangan dana, dan mendoakan para donatur.

Banyak pengendara roda dua maupun roda empat yang sengaja menepikan kendaraan mereka untuk menyisihkan sebagian rezeki. Recehan hingga lembaran rupiah yang terkumpul di dalam kotak-kotak kardus bertuliskan “Peduli Bencana Sumatera” tersebut menjadi bukti bahwa empati masyarakat masih sangat tinggi.

“Melihat anak-anak muda dan bapak-bapak Muhammadiyah kompak turun ke jalan seperti ini membuat saya tergerak. Semoga dana yang terkumpul bisa meringankan beban korban banjir di sana,” ujar salah satu warga yang melintas di lokasi penggalangan dana.

Spirit Al-Ma’un yang Tak Pernah Padam

Aksi turun ke jalan ini sejatinya adalah manifestasi dari teologi Al-Ma’un yang diajarkan oleh KH. Ahmad Dahlan. Semangat untuk tidak membiarkan saudara seiman dan sebangsa menderita sendirian menjadi bahan bakar utama para relawan.

Kolaborasi antara PCPM, PCM, PCNA, dan IPM ini juga menjadi ajang silaturahmi dan pengkaderan lapangan. Bagi kader IPM, ini adalah pembelajaran langsung tentang kepekaan sosial. Bagi Pemuda dan Nasyiah, ini adalah ujian konsistensi dalam bergerak. Sedangkan bagi PCM, ini adalah momen untuk membersamai dan mengarahkan potensi angkatan muda agar selalu bermanfaat bagi umat.

Dalam foto bersama yang diabadikan usai kegiatan hari pertama, terpancar wajah-wajah lelah namun puas. Senyum merekah dari para relawan dengan latar belakang spanduk dan atribut organisasi menyiratkan pesan kuat: “Kami ada untuk umat.” Kekompakan formasi berdiri dalam foto tersebut menyimbolkan benteng solidaritas yang kokoh dari warga Muhammadiyah Kandangan.

Rencana Tiga Hari ke Depan

Aksi hari ini hanyalah permulaan. Panitia pelaksana menegaskan bahwa penggalangan dana tidak berhenti di hari pertama. Sesuai rencana, tim gabungan ini akan kembali turun ke titik-titik strategis di wilayah Kandangan selama dua hari ke depan. Strategi jemput bola ke masyarakat dan optimalisasi donasi dari warga persyarikatan akan terus digencarkan.

“Target kami bukan sekadar nominal angka, meskipun itu penting untuk logistik korban. Lebih dari itu, kami ingin membangun kesadaran kolektif warga Kandangan bahwa kita adalah satu tubuh. Jika bagian tubuh di Sumatera sakit, maka kita di Kandangan pun ikut demam,” tambah salah satu pimpinan PCPM

Seluruh dana yang terkumpul selama tiga hari aksi ini nantinya akan diakumulasikan dan disalurkan melalui lembaga amil zakat yang kredibel, yakni Lazismu, untuk memastikan bantuan sampai tepat sasaran kepada para korban terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bagi masyarakat yang belum sempat berdonasi pada hari pertama, kesempatan masih terbuka lebar. Para relawan dengan rompi dan atribut Muhammadiyah akan kembali hadir, mengetuk hati para dermawan, mengajak untuk berbagi kebahagiaan di tengah duka bencana.

Aksi hari pertama ini ditutup dengan doa bersama, memohon agar bencana segera berlalu dan para relawan senantiasa diberikan kesehatan untuk menuntaskan misi mulia ini hingga hari terakhir nanti. Sinergi PCPM, PCM, PCNA, dan IPM Kandangan hari ini telah membuktikan bahwa kebersamaan adalah kunci untuk memikul beban berat menjadi ringan.

Berbagi

Postingan Terkait

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?