- Diposting oleh : Wahyu Anggoro Saputro
- pada tanggal : Desember 04, 2025
TEMANGGUNG – Aroma kompetisi yang berbalut kegembiraan mulai tercium di udara Jawa Tengah. Menuju salah satu momen terbesar bagi semangat olahraga masyarakat, gairah tersebut kini mulai terasa nyata. Tahun 2025 bukan sekadar pergantian kalender, melainkan penanda akan digelarnya perhelatan akbar Festival Olahraga Rekreasi Daerah (FORDA) tingkat Jawa Tengah yang akan berpusat di Kota Surakarta.
Menjelang FORDA Jateng 2025, narasi yang dibangun bukan hanya tentang persiapan teknis semata, bukan pula sekadar tentang medali emas atau piala bergilir. Lebih dari itu, momentum ini adalah tentang menyalakan kembali budaya bergerak di tengah masyarakat. Di tengah gelombang antusiasme ini, nama SMP Muhammadiyah 5 Kandangan muncul sebagai salah satu kontributor semangat yang patut diperhitungkan, dengan mengirimkan delegasi terbaiknya di cabang olahraga (Inorga) Wushu dan Panahan.
Pesta Olahraga yang Merayakan Kehidupan
Dari kampung hingga kota, dari lereng gunung hingga pesisir pantai di seluruh penjuru Jawa Tengah, masyarakat mari mulai bersiap menyambut pesta olahraga ini. FORDA di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) memiliki jiwa yang unik. Ia tidak melulu soal siapa yang tercepat atau terkuat, tetapi tentang merayakan kebersamaan, kesehatan, dan kegembiraan.
Semangat inilah yang diresapi betul oleh kontingen SMP Muhammadiyah 5 Kandangan. Keikutsertaan siswa-siswi sekolah ini dalam ajang bergengsi di Surakarta nanti adalah bukti bahwa budaya olahraga telah mengakar kuat di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Mereka tidak datang hanya sebagai atlet, tetapi sebagai duta gaya hidup sehat yang siap menularkan energi positif kepada masyarakat luas.
Wushu dan Panahan: Perpaduan Seni, Fokus, dan Tradisi
Pilihan cabang olahraga yang diikuti, yakni Wushu dan Panahan, merepresentasikan filosofi yang mendalam. Wushu, yang kerap dikenal sebagai seni bela diri yang indah namun mematikan, membutuhkan disiplin tubuh yang luar biasa. Para siswa SMP Muhammadiyah 5 Kandangan telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk melatih kelenturan, kekuatan, dan ketenangan pikiran. Bagi mereka, Wushu di FORDA nanti bukan sekadar pertarungan fisik, melainkan pertunjukan seni gerak yang menghibur sekaligus menginspirasi penonton untuk mencintai aktivitas fisik.
Sementara itu, di lini Panahan (Archery), para siswa dilatih untuk memiliki ketajaman fokus dan ketenangan emosional. Dalam konteks sekolah Islam, memanah juga memiliki nilai sunnah yang kental, menjadikannya olahraga yang tidak hanya menyehatkan raga tetapi juga spiritual. Di tengah hiruk-pikuk persiapan menuju Surakarta, anak-anak muda dari Kandangan ini belajar bahwa untuk membidik sasaran yang tepat, diperlukan ketenangan di tengah keramaian—sebuah filosofi yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari Sekadar Persiapan Teknis
Kepala sekolah dan tim pelatih SMP Muhammadiyah 5 Kandangan menyadari bahwa perjalanan menuju Surakarta adalah sebuah proses edukasi. Persiapan menuju FORDA Jateng 2025 dimaknai sebagai upaya kolektif untuk melawan gaya hidup sedenter (kurang gerak) yang kini menghantui generasi muda akibat gawai.
“Ini adalah tentang menyalakan kembali budaya bergerak,” ujar salah satu perwakilan tim pelatih. “Ketika siswa kami berlatih di lapangan, mereka sedang mengirim pesan kepada teman-teman sebayanya dan masyarakat Kandangan bahwa bergerak itu menyenangkan, bahwa berkeringat itu menyehatkan.”
Persiapan teknis memang dilakukan dengan ketat. Jadwal latihan fisik, pematangan strategi, hingga simulasi pertandingan terus digenjot. Namun, narasi besarnya tetap pada pembangunan karakter. Bagaimana para siswa ini bisa menikmati proses, merayakan setiap kemajuan kecil, dan siap berbaur dengan ribuan pegiat olahraga rekreasi lainnya dari seluruh Jawa Tengah dalam suasana persahabatan.
Menyambut Pesta Rakyat di Surakarta
Kota Surakarta sebagai tuan rumah tentu akan menyajikan panggung yang megah. Namun, kemegahan FORDA sesungguhnya ada pada partisipasi masyarakatnya. Kehadiran siswa SMP Muhammadiyah 5 Kandangan akan menjadi bagian dari mozaik besar tersebut. Mereka akan bertemu dengan pegiat olahraga tradisional, senam kreasi, hingga olahraga petualangan dari berbagai kabupaten/kota.
Ini adalah momen di mana batas-batas wilayah lebur dalam satu semangat: “Sehat, Bugar, Gembira, Luar Biasa”—slogan yang kerap didengungkan oleh pegiat KORMI.
Dukungan penuh dari pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat Kandangan menjadi bahan bakar utama bagi para atlet muda ini. Doa dan harapan menyertai langkah mereka, bukan semata-mata menuntut kemenangan, melainkan berharap mereka pulang membawa pengalaman berharga tentang sportivitas dan persaudaraan.
Panggilan untuk Bergerak
Menjelang 2025, mari kita jadikan momentum partisipasi SMP Muhammadiyah 5 Kandangan ini sebagai inspirasi. Bahwa olahraga rekreasi adalah milik semua orang. Tidak harus menjadi atlet profesional untuk bisa berpartisipasi dalam budaya bergerak.
Dari lapangan sekolah di Kandangan menuju gelanggang di Surakarta, para siswa ini membawa pesan penting: Mari bangkit, mari bergerak. Mari kita sambut FORDA Jateng 2025 sebagai perayaan atas nikmat kesehatan yang telah Tuhan berikan. Bersiaplah, karena pesta olahraga yang merayakan kebersamaan dan kegembiraan ini akan segera tiba, dan SMP Muhammadiyah 5 Kandangan siap menjadi bagian dari sejarah tersebut.
Surakarta menanti, Jawa Tengah bersiap. Salam Olahraga Masyarakat!
.webp)