Skip to Content
Loading
Admin MUMA KEREN
Admin MUMA KEREN
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Muhammadiyah 5 Kandangan Sukses Gelar Pentas Seni Bertema “Generasi Berkarya, Generasi Berbudaya”

KANDANGAN – Halaman SMP Muhammadiyah 5 Kandangan (Muma) berubah menjadi panggung megah penuh warna pada Kamis (18/12). Sekolah menengah yang berbasis Islam berkemajuan ini sukses menyelenggarakan perhelatan akbar “Gelar Karya Siswa Pentas Seni & Kreasi”. Mengusung tema besar “Generasi Berkarya, Generasi Berbudaya”, acara ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga pembuktian bahwa pendidikan karakter dan pelestarian budaya tradisional dapat berjalan beriringan dengan nafas Islam.

Sejak pukul 07.30 WIB, suasana di lingkungan sekolah sudah terasa berbeda. Ratusan siswa, wali murid, serta tamu undangan memadati area panggung utama. Antusiasme terlihat jelas dari wajah-wajah para siswa yang hari itu mengenakan beragam kostum, mulai dari seragam Tapak Suci, busana adat Jawa, hingga kostum kreasi modern yang unik.

Acara ini merupakan puncak dari pembelajaran semester gasal sekaligus implementasi nyata dari kreativitas siswa di luar ruang kelas. Tema “Generasi Berkarya, Generasi Berbudaya” dipilih sebagai respons terhadap tantangan zaman. Di tengah gempuran teknologi dan budaya asing, SMP Muhammadiyah 5 Kandangan ingin menegaskan pentingnya memiliki akar budaya yang kuat tanpa kehilangan daya kreativitas untuk berinovasi.

Kuda Lumping: Primadona Panggung

Sorotan utama yang paling dinanti dalam gelar karya kali ini adalah penampilan seni tradisional Kuda Lumping. Keputusan sekolah untuk menampilkan kesenian ini menuai decak kagum dan apresiasi tinggi. Penampilan ini menjadi simbol toleransi dan nguri-uri (melestarikan) budaya Jawa di lingkungan sekolah Muhammadiyah.

Ketika gamelan mulai ditabuh dengan irama rancak, sekelompok siswa yang tergabung dalam tim tari Kuda Lumping memasuki arena. Dengan riasan wajah yang tegas dan kostum anyaman bambu berbentuk kuda yang dihias apik, mereka menari dengan luwes namun bertenaga. Gerakan kaki yang serempak, sabetan pecut yang membelah udara, serta formasi dinamis yang mereka tampilkan berhasil memukau penonton.

Penampilan Kuda Lumping ini bukan sekadar tarian, melainkan sebuah pernyataan bahwa siswa SMP Muhammadiyah 5 Kandangan mampu mengolah rasa dan raga melalui kesenian daerah. Tarian ini mengajarkan kekompakan, kedisiplinan, dan apresiasi terhadap sejarah lokal Kandangan dan Temanggung yang memang lekat dengan seni kerakyatan. Tepuk tangan meriah bergemuruh saat para penari mengakhiri atraksi mereka, membuktikan bahwa seni tradisi masih memiliki tempat istimewa di hati generasi Z.

Ragam Kreasi Siswa

Selain Kuda Lumping, panggung Gelar Karya juga dimeriahkan oleh deretan penampilan lain yang tak kalah memukau. Siswa-siswi mempersembahkan paduan suara yang menyanyikan lagu-lagu daerah dan nasional dengan aransemen harmonis, pembacaan puisi yang menyentuh hati, hingga drama teatrikal singkat yang mengangkat isu-isu sosial remaja masa kini.

Tak ketinggalan, atraksi seni bela diri Tapak Suci Putera Muhammadiyah turut memanaskan suasana. Dengan jurus-jurus tangan kosong dan penggunaan senjata seni, para pendekar muda ini menunjukkan ketangkasan fisik yang dibalut dengan akhlak mulia, sesuai dengan janji siswa Tapak Suci.

Di sisi lain area acara, terdapat juga pameran hasil karya siswa (ekshibisi). Stand-stand kecil menampilkan kerajinan tangan dari bahan daur ulang, lukisan, hingga produk kewirausahaan olahan makanan lokal. Hal ini selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pengembangan soft skill dan kemandirian siswa melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Membangun Karakter Melalui Seni

Pihak sekolah menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar hiburan semata. Lebih jauh, Gelar Karya ini adalah metode pendidikan holistik. Melalui persiapan yang memakan waktu beberapa pekan, siswa belajar tentang kerjasama tim, manajemen waktu, keberanian tampil di depan umum, dan rasa tanggung jawab.

Tema “Generasi Berbudaya” ditekankan sebagai upaya membentuk karakter siswa yang santun dan menghargai warisan leluhur. Sementara “Generasi Berkarya” mendorong siswa untuk tidak pasif, melainkan aktif menciptakan sesuatu yang bermanfaat dan indah.

Bagi para wali murid yang hadir, acara ini menjadi momen membanggakan. Mereka dapat melihat sisi lain dari putra-putri mereka yang mungkin tidak terlihat saat di rumah. Sinergi antara sekolah, siswa, dan orang tua terasa sangat kental, menciptakan ekosistem pendidikan yang positif di Kandangan.

Menjelang siang hari, acara ditutup dengan doa dan sesi foto bersama. Wajah-wajah lelah namun puas terpancar dari para panitia dan pengisi acara. Gelar Karya Siswa Pentas Seni & Kreasi SMP Muhammadiyah 5 Kandangan tahun ini telah menetapkan standar baru dalam perayaan kreativitas siswa.

Keberhasilan acara tanggal 18 Desember ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi. SMP Muhammadiyah 5 Kandangan telah membuktikan bahwa mereka siap mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan religius, tetapi juga kaya akan karya dan berbudaya luhur.

Berbagi

Postingan Terkait

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?