Skip to Content
Loading
Admin MUMA KEREN
Admin MUMA KEREN
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Inovasi Tanpa Batas: SMP Muhammadiyah 5 Kandangan Manfaatkan Libur Semester untuk Perkuat Literasi Digital dan Coding Guru

KANDANGAN, TEMANGGUNG – Biasanya, koridor sekolah di masa libur semester akan terasa sunyi dan lengang. Namun, pemandangan berbeda tampak di SMP Muhammadiyah 5 Kandangan pada pekan ini. Alih-alih beristirahat di rumah, seluruh tenaga pendidik sekolah tersebut justru tampak antusias berkumpul di ruang pertemuan. Mereka hadir untuk mengikuti agenda Komunitas Belajar (Kombel) Guru, sebuah inisiatif pengembangan SDM yang difokuskan pada penguatan mutu kualitas serta wawasan digital menghadapi tantangan pendidikan masa depan.

Kegiatan yang berlangsung di tengah masa liburan ini bukan tanpa alasan. Pihak sekolah memandang bahwa dinamika teknologi bergerak sangat cepat, sehingga waktu senggang di antara semester menjadi momentum emas bagi para guru untuk melakukan upskilling atau peningkatan keterampilan tanpa terganggu oleh rutinitas mengajar harian.

Membangun Budaya Kolektif Melalui Kombel

Program Komunitas Belajar (Kombel) di SMP Muhammadiyah 5 Kandangan ini dicanangkan sebagai wadah kolaboratif bagi para guru untuk saling berbagi praktik baik (best practice). Dalam sambutannya, kepala sekolah menekankan bahwa guru di era sekarang tidak boleh lagi bekerja secara terisolasi. Melalui Kombel, terjadi dialog antar-guru mata pelajaran untuk memecahkan masalah pembelajaran secara bersama-sama.

“Kombel ini adalah ruh dari transformasi pendidikan di sekolah kami. Kami ingin memastikan bahwa saat siswa kembali masuk di semester baru nanti, mereka akan disambut oleh guru-guru yang sudah membawa ide-ide segar dan metode pembelajaran yang jauh lebih modern,” ujar salah satu koordinator acara.

Digitalisasi dan Coding Bersama Bu Anna

Salah satu sesi yang paling menyedot perhatian adalah pemaparan dari Ibu Anna, seorang praktisi pendidikan yang fokus pada digitalisasi sekolah. Dalam sesinya, Bu Anna memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya coding bagi para guru, lintas mata pelajaran.

Selama ini, coding seringkali dianggap sebagai konsumsi guru Informatika saja. Namun, Bu Anna membedah konsep tersebut dengan cara yang berbeda. Ia menjelaskan bahwa belajar coding pada dasarnya adalah belajar tentang logika berpikir runut dan penyelesaian masalah (computational thinking).

“Digitalisasi bukan sekadar memindahkan teks di buku ke dalam format PDF. Lebih dari itu, bagaimana guru bisa mengintegrasikan logika digital ke dalam cara mengajar mereka. Dengan memahami dasar-dasar coding, guru matematika, bahasa, bahkan seni, dapat merancang alur logika pembelajaran yang lebih interaktif dan terstruktur bagi siswa,” jelas Bu Anna di hadapan para peserta.

Beliau juga memperkenalkan berbagai alat bantu digital yang dapat digunakan guru untuk menciptakan konten pembelajaran mandiri, sehingga guru tidak lagi hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga produsen konten edukasi yang kreatif.

Transformasi Kelas dengan Interactive Flat Panel (IFP)

Melengkapi materi perangkat lunak dari Bu Anna, sesi berikutnya diisi oleh Bapak Asmu’i yang berfokus pada penguasaan perangkat keras terbaru sekolah, yakni Interactive Flat Panel (IFP). Seiring dengan komitmen sekolah menuju digitalisasi penuh, SMP Muhammadiyah 5 Kandangan kini mulai mengintegrasikan penggunaan panel layar sentuh interaktif di ruang-ruang kelas sebagai pengganti papan tulis konvensional.

Bapak Asmu’i dengan sabar memandu para guru untuk mengeksplorasi fitur-fitur canggih yang ada pada IFP. Mulai dari penggunaan papan tulis digital yang bisa menyimpan catatan secara otomatis ke cloud, fitur mirroring dari perangkat seluler siswa, hingga akses langsung ke internet untuk menampilkan simulasi sains secara real-time.

“Interactive Flat Panel ini bukan sekadar TV besar di dalam kelas. Ini adalah pusat kendali pembelajaran. Dengan alat ini, interaksi antara guru dan murid menjadi dua arah. Siswa bisa maju dan memanipulasi objek digital di layar, yang tentu saja akan meningkatkan keterlibatan (engagement) mereka di dalam kelas,” tutur Bapak Asmu’i saat mendemonstrasikan fitur anotasi pada layar interaktif tersebut.

Semangat Dedikasi di Masa Libur

Meskipun acara ini dilaksanakan di hari libur, semangat para tenaga pendidik SMP Muhammadiyah 5 Kandangan tidak surut. Diskusi hangat sering kali pecah saat sesi tanya jawab, menunjukkan betapa besarnya keinginan mereka untuk memberikan yang terbaik bagi para siswa.

Kombinasi antara pemahaman logika coding dari Bu Anna dan keterampilan teknis mengoperasikan IFP dari Bapak Asmu’i diharapkan menjadi motor penggerak kualitas pendidikan di wilayah Kandangan. Sekolah ini ingin membuktikan bahwa sekolah Muhammadiyah terus memegang teguh semangat “Tajdid” atau pembaruan dalam segala aspek, termasuk dalam pemanfaatan teknologi pendidikan.

Menyongsong Semester Baru dengan Wajah Baru

Dengan berakhirnya rangkaian pertemuan Komunitas Belajar ini, SMP Muhammadiyah 5 Kandangan siap menyongsong semester genap dengan visi yang lebih tajam. Pihak sekolah berharap, peningkatan mutu guru ini akan berdampak langsung pada prestasi siswa dan kenyamanan belajar di kelas.

Digitalisasi bukan lagi menjadi pilihan, melainkan keharusan. Melalui guru-guru yang melek coding dan mahir menggunakan teknologi interaktif, SMP Muhammadiyah 5 Kandangan optimis dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dan adaptif di era digital.

Berbagi

Postingan Terkait

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?